Masyarakat Minta Petugas Lama Diganti, Pelayanan Samsat Bandung Timur Mengecewakan,
317 Views
BANDUNG,OBSERVASI FAKTUAL.COM – Dalam rangkah membantu mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto dalam mereformasi Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan jajarannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Namun sayangnya, intruksi Listyo Sigit Prabowo tersebut, ternyata tidak didukung sepenuhnya oleh oknum polisi di samsat Bandung Timur, malah sebaliknya mengangkanginya. Akibatnya dirasakan sangat merugikan masyarakat umum.
Ayi Syamsudin misalnya, pemilik Suzuki Pick Up ini mengaku sangat kecewa dengan pelayanan oknum polisi samsat Bandung Timur.

Diceritakan pria ini, pada hari Senin (22/12/2025) ia melakuan perpanjangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berikut STNK lewat bantuan seorang wartawan berinisial DD.
Karena BPKB sedang digadaikan, iapun meminta surat keterangan dari KSP Nusa Raya Cipta Plered yang beralamat di Purwakarta, Jawa Barat dengan Nomor 12/KSP.Nusa/Desember/2025 tertanggal 16 Desember 2025 lengkap dengan stempel dan tanda tangan Manager KSP Nusa Raya Cipta Plered tempat di gadaikan BPKB.
Ironisnya, saat didaftarkan di loket 12, surat keterangan yang diterbitkan KSP Nusa Raya Cipta Plered tidak diakui keabsahaannya dan ditolak mentah mentah oleh oknum Polwan berinisial D.

Mengetahui kalau surat keterangan dari KSP Nusa Raya Cipta Plered tidak diakui pihak samsat, membuat pemilik kendaraan ini lesal.
“Surat keterangan ini benar, bukan palsu, jauh – jauh saya ambil ke Purwakarta loh.” Ujar Ayi Syamsudin pemilik kendaraan ini kepada OBSERVASI FAKTUAL.COM dengan nada sangat kecewa.
Akibat perlakuan semena – mena dari oknum Polwan berinisial D tersebut, STNK saya baru selesai dip roses 8 hari kemudian yakni, Selasa ( 30/12/2025) setelah menunjukkan bukti kwitansi pembayaran terakhir dari Koprasi KSP Nusa Raya Cipta Plered kepada oknum Polwan berinisial D. Jalas Ayi Syamsudin kepada OBSERVASI FAKTUAL.COM.
Jika ingin mensuskseskan program Kapolri dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, maka sebaiknya polisi yang sudah puluhan tahun bertugas di samsat Bandung Timur (Soekaeno Hatta) harus diganti dengan petugas yang baru. Kalau tidak, mustahil pelayanan di samsat ini akan meningkat.
Contohnya seperti oknum Polwan berinisial D yang jabatannya tidak pernah diganti oleh para petinggi Polda Jawa Barat. Imbuh salah satu pengurus Biro Jasa yang mengaku sudah berpuluh tahun menjadi mitra kerja samsat Bandung Timur. TIM


